Thursday, 22 September 2016

Setiap Hari Akan Berakhir

"Whats keep u going?" 
I was once asked my boss this question.

I expect an answer like.. keep urself motivated. Or betulkan niat. Or banyakkan bergaul dgn org positif. Etc etc..

But her answer.

What keeps u going?
- "Setiap hari akan berakhir"

Jawapan yg selalu teringat2 di kepala.
.

Semalam again berbuka dlm kereta.
Still tak manage nak berbuka kat rumah walaupun setiap pagi bercita-cita.

But the best part is..
Setiap hari yg aku rasa mcm terlepas berbuka kt rumah tu, Allah bagi chance utk tengok view yang sangat cantik sepanjang dalam kereta.

Langit dan awan pada waktu-waktu hampir berbuka, that view is priceless.

Though semalam i was too tired with headaches,
When i saw the sunset, 
Hilang penat.

And asyik terngiang-ngiang kata-kata yang aku pernah dengar dulu.

"Setiap hari akan berakhir"
.

Kadang-kadang at time, kita bangun pagi rasa malas nak memulakan hari, We are lack of motivation, we are depressed, bla bla..

Kadang nak pergi hospital pun ada rasa malas nak menghadap benda yang menstresskan. Hohoo.

Mungkin sebenarnya kita, mungkin sebenarnya aku lupa bahawa "Setiap hari akan berakhir".
.

Every bad day will come to its end.

Same goes to a good day, sehappy seberjaya mana pun kita pada hari tu, it will come to its end.

Setiap hari akan berakhir.
Be it a good day, or a bad day.
.

It just a sign that tak ada benda sedih yang kekal, 
And tak ada benda gembira yang kekal.
.

It just another sign that tak ada yang kekal pun di dunia.

Even dunia sendiri pun tak kekal,
Apatah lagi isi isinya?
.

Sebab tu dunia ni isn't a place to be too sad or too happy.
Because its temporary.
.

So why focus too much on temporary things? 
Yang kita tahu it will finally come to its end one day.

.

Semalam consult sorang mak yang nak AOR kan baby dia.
Anak NNJ.
Bilirubin high 265.

"Puan faham tak apa risiko yang akan berlaku kalau puan nak jugak blk rumah?"

Dia insist nak jugak balik.
Sbb transportation and social problem.

I did explain about ET, kernicterus etc.
She nodded.

"Jangan sebab sehari yang puan rasa susah ni, anak puan susah selama lamanya. For the rest of her life".

I keep on saying n saying this.
Explained the worse thing could happen.

Takkan sebab transport problem sehari dua ni, dia nak anak tu cacat seumur hidup?
.

Kadang manusia ni terlalu fikir pada susah sehari dua ni tanpa fikir tentang apa long term effect yg selama lamanya.
.

We are too focus on dunya and we forget akhirat.

Kita fokus pada yang akan hancur lebur,
Sedangkan apa yang kekal menanti kita lupa.

Kita lupa,
"Setiap hari akan berakhir"

Kita lupa,
Yg dunia ni sendiri pun akan berakhir.
.

Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma berkata : Rasulullah saw memegang bahu saya seraya bersabda : “Jadilah engkau di dunia seakan-akan orang asing atau pengembara” (HR bukhari)

.

May Allah keep our heart safe and put us among the righteous.

Semoga dapat pahat kuat-kuat dalam kepala.
Ada yang lebih kekal di sana.
Lalu untuk apa terlalu memikirkan dunia?

120616
#hujan

Wednesday, 13 July 2016

22 TANDA-TANDA ANDA SUDAH MENJADI HAMBA DUNIA


22 TANDA-TANDA ANDA SUDAH MENJADI HAMBA DUNIA

1. Anda tidak bersiap-siap saat waktu solat akan tiba.
2. Anda melalui hari ini tanpa sedikit pun membuka lembaran Al-Qur'an lantaran Anda terlalu sibuk.
3. Anda selalu berfikir setiap waktu bagaimana caranya agar harta Anda semakin bertambah.
4. Anda marah ketika ada orang yang memberikan nasihat bahawa perbuatan yang Anda lakukan adalah haram.
5. Anda terus menerus menunda untuk berbuat amal soleh. “Aku akan mengerjakannya besuk, nanti dan seterusnya.”
6. Anda sangat kagum dengan gaya hidup orang-orang kaya.
7. Anda selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi sehingga terabaikan amal ibadah
8. Anda tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil.
9. Anda tidak mampu untuk segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah.
10. Anda tidak kuasa berbuat sesuatu yang diredhai Allah sekiranya perbuatan itu boleh mengecewakan orang lain.
11. Anda sangat menumpukan perhatian terhadap harta benda yang sangat ingin Anda miliki.
12. Anda merencanakan kehidupan hingga jauh ke hadapan.
13. Anda menjadikan aktiviti belajar agama sebagai aktiviti pengisi waktu luang saja, setelah sibuk berkerjaya
14. Anda memiliki teman-teman yang kebanyakannya tidak bisa mengingatkan Anda kepada Allah.
15. Anda menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia.
16. Anda melalui hari ini tanpa sedikit pun memikirkan kematian, bahkan anda benci pada mati dan tidak ingin memikirkannya
17. Anda meluangkan banyak waktu sia-sia melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.
18. Anda merasa sangat malas dan berat untuk mengerjakan suatu ibadah.
19. Anda tidak kuasa mengubah gaya hidup Anda yang suka berfoya-foya, walaupun Anda tahu bahawa Allah tidak menyukai gaya hidup seperti itu.
20. Anda diberi nasihat tentang bahaya memakan harta riba, akan tetapi Anda beralasan bahawa beginilah satu-satunya cara agar tetap bertahan di tengah kesulitan ekonomi.
21. Anda ingin menikmati hidup ini sepuasnya-puasnya
22. Anda sangat perhatian dengan penampilan fisik Anda.

Moga sama-sama kita berubah supaya tidak menjadi hamba dunia :)

Sunday, 12 June 2016

Reminder Letter

 

You’ve spent so many years looking forward to this phase of your life. And it always looked so cool. So glamorous. So filled with love and laughter.

Yet here you are. With knowledge that it’s anything but.

It’s messy buns and messier lives. It’s baggy shirts and overflowing laundry bags. It’s a lot of work and never enough money. It’s freedom with responsibilities. And life is no longer what it seemed.


Different people are doing different things.


Your best friend’s getting married. Your old classmate is killing it with success. Your ex is happy in love. Your old mate is drowning in drugs. Different people are doing different things. But not you. You’re just existing. You’re getting through everyday a little better than the last. But then you have days where you can’t get up at all.

You spend your Friday evenings holed up in a corner because you’re too responsible to drink your night away. Too control freakish to lose yourself to someone else’s tunes. But somehow, this isn’t enough. This life you’re living doesn’t feel complete. Loneliness wraps around you like a blanket you love and you wonder where you went wrong. Why you became different to everyone else.

“Did I do too much too soon? Did I not do enough? Was there a reason why it was never me? Is this going to be the rest of my life? Alone? Unsuccessful? Filled with dreams that never come true?”

And your hands reach out to your phone. One text. One call. To that someone who might make you feel pretty. Who might make you feel important. And your need takes over.

The need to feel accepted. To feel appreciated. To feel adored. To feel loved.

And it is so strong, you forget your sanity for a few minutes of flattery. You lessen your worth for dishonest words. The hurt in your heart, camouflaged. If only for a few seconds.

But it’s never enough. And when you wake up, it’s worse. The hammering of your heart so loud in your ears. A memory of last night frustratingly haunting. Yet another mistake. Yet again.

You scream hateful words to yourself. When will I ever learn? You go over those messages. Those conversations. How you fell right back into a ditch when you knew better. Just for a moment, you wish you weren’t yourself.

And in that moment, read these words:


Breathe. It’s not so bad. You think I don’t understand. But I do. Because I’m there, too. I’ve made that call. I’ve texted that wrong person. I’ve woken up with regrets. I still do. I’ve felt the need to be held. I’ve felt that silent green monster towards a friend in love.
Yes, we all make those mistakes. And we all think nobody else does. But they do.

So please, don’t hate yourself. And don’t stop. Don’t stop loving with all you have. Don’t stop wishing on every shooting star. Don’t stop dreaming of fairytales and being as amazing as Malala Yousafzai. You might not always get there, but don’t stop.

You have so much left to do. You have a world filled with life waiting to happen. You have books to be read. Steps to be taken. Places to see. People to meet. You haven’t lived half your life yet. There’s so much ahead. And in ten years, when you look back, you’ll wish you were here again.

So don’t waste it wallowing in your own sadness. Don’t lose yourself to your self-pity and non-existent boundaries. Use everyday. And I don’t mean spend thousands of dollars and visit the North Pole. I know how you’re struggling to make ends meet.

Do the simple things. Stop procrastinating. Take a walk with nature. Go to the gym. Read your favorite book for the millionth time. Watch a movie. Write your novel. Sketch until you’re better than the best. Eat like you’re dying tomorrow. And most importantly, make mistakes. Your heart will heal. But today will never be back again. Don’t live with “Could-have-been’s.” Take chances.


And ALWAYS ALWAYS ALWAYS remember – It’s okay to be alone.

There is time to let your life revolve around someone else. But today, let it revolve around you.

Not because you can’t find someone. Not because you can’t be loved.

But because you deserve to wake up with a smile. You deserve to live life. To make memories so wild, you’ll be the coolest grandparent they’ve ever known.

Breathe. It’s only your mid-20’s.

You’re going to be alright.

By Poornima Baskar

#copied

Saturday, 28 May 2016

Makin besar periuk, makin besar keraknya

Do you ever heard this pepatah? Makin besar periuk, makin besar keraknya?

Kalau ikut kamus dewan, pepatah ni bermaksud semakin banyak pendapatan, semakin banyak pengeluarannya.


Semenjak berkerjaya, I really feel this pepatah is very true. Yela, masa belajar periuk kita kecil je, kita tak dapat income sendiri, so kita tak ada nak pakai kereta la, nak bersolek la, nak pakai barang branded la, kerak pun sikit. Tapi bila dah bekerja dah ada income sendiri, mula la nak beli kereta, nak pakai barang branded, nak pasang aircond kat bilik sendiri dan macam-macam lagi. Masa ni kan periuk kita dah besar, kerak pun makin besar. 

Sama la dengan beli kereta. Kalau beli kereta kecil, minyak jimat, maintenance tak tinggi. Tapi bila beli kereta besar, kerak pun jadi besar la.


Recently, I bought a brand new phone. Then someone ask me to send some pic that I take but I told him that my data is low. Then come this statement 'apa guna hanfon mahal kalau tak ada data'. 

Did you feel me? *sakitnya tuh disini*


Then I realize, kita manusia nak jadi kaya hidup senang lenang dan selalu jeles tengok orang kaya. Padahal kita tak tahu yang sesetengah orang yang nampak kaya ni sebenarnya lagi banyak hutang dari aset. 

So bersyukur lah kita dengan apa yang kita ada sekarang. Hidup di bawah kemampuan jangan disebabkan nak menunjuk, hidup dalam beban hutang.

*Self note untuk diri sendiri juga*




Tuesday, 3 May 2016

Pesta Buku Antarabangsa 2016


Pesta Buku Antarabangsa 2016 sedang berlangsung di MAEPS Serdang sehingga 9 Mei 2016. Mungkin ada yang tidak tahu dimana lokasinya, just cari MARDI dan lokasinya terletak di dalam bangunan paling besar di MARDI.


This is my first time to this big book event. This visit is unplanned but I managed to grab 2 books at only RM10. 


 


Since I left my study, I am obsessed with motivation and money management book. Novel and story book are not in my list anymore. *Faktor penuaan mungkin*. I will try to write a review for motivation book that I have. Hopefully I manage to do that so that I can share my knowledge and at least my blog have benefit to be read. 


So who like motivation book please raise up your hand? Please give me courage to write and stay tuned. 😊


Tuesday, 26 January 2016

5 Tips Membentuk Anak Positif Dalam Kehidupan


Tips ini saya ambil dari TheVocket yang menceritakan pasal anak dia lukis gambar perompak dan bagaimana ayah dia bertindak balas supaya anaknya melukis gambar yang lebih baik. 
1. SOLAT – Oh, semua ibu bapa muslim tahu perkara ini, tetapi mewajibkannya ke atas anak-anak sangat menguji kesabaran. Sekali suruh, masih leka bermain.
Dua kali suruh, duduk main buih sabun dalam bilik air, tiga kali suruh, berjam-jam memakai telekung, kali keempat disuruh baru kelihatan sedang solat, itupun, rukuk sujudnya laju teramat.
Rakan ibu bapa, baiknya kita sama-sama sabar. Solat adalah asas keamanan, keselamatan, dan keyakinan bahawa ada ‘kuasa Maha Hebat’ yang akan membantu dalam setiap kesulitan. Solat adalah talian hayat mereka ‘bersama’ Allah, mudah-mudahan mereka mengerti nanti.
2. KEBAIKAN HARI INI – Kebiasaannya kita akan bertanya, Bagaimana sekolah hari ini? Belajar ok tak hari ini? Ada kerja rumah tak hari ini? Tambah satu lagi soalan, “Apa benda baik yang dah buat hari ini?” Galakkan mereka mencari kebaikan yang telah dilakukan.
Hatta menolong cikgu memadam papan putih sekalipun, apa sahaja kebaikan yang dilakukan, berikan pujian atas kejayaan melakukan kebaikan. Biarkan mereka bangga atas kebaikan dilakukan. Penghargaan atas kebaikan akan meyakinkan mereka untuk terus melakukan kebaikan.
3. TIADA RUNGUTAN – Terapkan peraturan tiada rungutan di dalam rumah, kecuali ada solusi kepada masalah itu. Siapa yang tidak boleh merungut dalam rumah? Semua sekali termasuk kita ibu bapa.
Setiap kali berdepan masalah, ajar mereka menjadi ‘penyelesai’ bukan ‘perungut’. Lama kelamaan, mereka akan melihat masalah adalah ruang dan peluang melakukan perubahan serta bertindak positif.
Saya teringat kisah seorang rakan di FB yang ‘sakit hati’ melihat longgokan sampah di kawasan sekolah. Daripada merungut dan mencari pihak untuk disalahkan, dia mengajak anak-anak mengutip sampah dan membersihkan tempat itu. Sangat bersih! Tabik spring!
4. JADI HERO – Jon Gordon, penulis buku ‘bestseller’ The Shark and The Goldfish menganjurkan formula ‘jerung positif’, E + P = O. Buku tersebut menceritakan kisah ‘jerung positif’ yang mengajar ikan emas bagaimana mengatasi ketakutan kepada perubahan dan belajar mencari makanan.
Menurut ‘Jerung positif’, kita tidak boleh mengawal (E) ‘Events’, tetapi boleh mengawal respon (P) ‘Positive’ kepada ‘event’ yang berlaku dan respon kita menentukan (O) ‘Outcome’. Formula ini membantu mengubah ‘locus of control’ atau sudut fikir anak-anak.
Mereka berubah dari menganggap diri sebagai mangsa keadaan kepada ‘saya adalah hero’ yang menyelamatkan keadaan. Minda akan berfikir, “Apa saya boleh buat?”. Mereka akan menukar cabaran menjadi peluang dan mengubah perkara buruk kepada kebaikan. Mereka kekal optimis sepanjang masa.
5. SYUKUR – Kajian menunjukkan syukur dan ‘tension’ tidak boleh wujud serentak dalam diri manusia. Benarlah apa yang difahami dari Al-Quran, mereka yang bersyukur adalah orang yang bahagia. Orang yang bahagia akan sentiasa positif.
Selain kita, anak-anak kita juga ada masalah sendiri yang menimbulkan tekanan. Mereka boleh saja tertekan apabila melihat rakan-rakan baik semuanya memiliki ‘ipad’ masing-masing. Nampak kecil bagi kita, tetapi tekanan menggunung bagi mereka.
Ajari mereka untuk bersyukur. Setiap hari, cari 3 perkara yang perlu disyukuri. Galakkan mereka menulis kesyukuran ini di dalam blog, FB, atau ceritakan semasa makan. Setiap kali mereka tertekan, ingatkan mereka pada erti kesyukuran.
-
Yang paling penting ialah seawal mana didikan yang diberikan kepada anak-anak. Jikalau anak dah besar baru ingin dibentuk, proses didikan mungkin akan lebih susah. Mengikut kata orang tua-tua, melentur buluh biarlah dari rebungnya. 

Tuesday, 12 January 2016

Luahan Seorang Anak Berkerjaya


Assalamualaikum


My mom ada impian. Dia nak ada rumah besar yang bila anak-anak dia dah kahwin, semua boleh duduk sekali satu rumah. Harapan dia semoga semua anak-anak dia tak payah duduk jauh dan semua boleh tinggal dengan dia.

Rasanya setiap ibu mesti ada impian macam ni kan. Tak nak berpisah dengan anak-anak??

My sibling and me sangat rapat dengan mak. Masa kecil dulu, bangun pagi je cari mak dulu. Mak pergi mana semua nak ikut. Setiap benda semua nak cerita dekat mak. My mom memang bestfriend anak-anak dia. 

Bila masuk sekolah menengah dan U, semua duduk asrama tinggal yang bongsu je. Sejak my younger sister habis sekolah dan sambung belajar, mak tinggal dengan ayah berdua je kat rumah. Bila ayah keluar kerja, mak tinggal sorang. Rumah hanya akan meriah, bila anak-anak cuti sem je.

Masuk tahun 2015, alhamdulillah kakak aku dapat kerja tetap di Damansara. Dan aku kerja di Seri Kembangan. Dua-dua di KL. Adik aku sorang di UM dan sorang di Ipoh. Semua makin jauh dan makin jarang balik. Tapi selalu call mak untuk update aktiviti harian.

Bila aku call mak, dia selalu mengadu bosan duduk rumah sorang-sorang. Kadang-kadang tak boleh tidur bila ayah balik lambat. Setiap kali mak cakap macam tu, aku hanya mampu dengar je. Suruh mak tengok tv, kunci pintu dan jaga diri. Nak cakap macam mana lagi? Kalau ikutkan hati, masa tu jugak nak balik. 

Memang sayu, risau, sedih semua ada. Kadang-kadang aku rasa macam nak berhenti kerja, balik duduk kat rumah teman mak. 

Kadang-kadang aku jeles dengan kawan-kawan satu kampung. Walaupun diorang belajar tak tinggi dan hanya kerja kilang, tapi at least diorang dapat tinggal dengan parents. Tak payah merantau jauh-jauh.

Dulu ada seorang pakar motivasi cerita. Mak dia mengadu cakap jatuh basikal. Dia hanya suruh mak dia bangun dan teruskan perjalanan. Masa tu aku rasa dia tu teruk sangat. Tak kesian langsung kat mak dia. 

Tapi sekarang baru aku faham perasaan dia. Kita sebagai anak yang duduk jauh ni nak buat macam mana. Nak ajak mak duduk sekali kat KL, mak masih ada tanggungjawab pada ayah.


#repostfrommyotherblog